Edukasi Diet Diabetes di RSU PKU Muhammadiyah Delanggu

Authors

  • Amalia Arifatul Diktina Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Husnul Khotimah Universitas 'Aisyiyah Surakarta
  • Afrah Hasna Fadhilah Universitas 'Aisyiyah Surakarta

DOI:

https://doi.org/10.55642/jpmm.v4i01.1187

Keywords:

Diet, Diabetes Melitus, Edukasi, Kesehatan

Abstract

Data World Health Organization (WHO) menyebutkan bahwa tercatat 422 juta orang di dunia menderita diabetes melitus atau terjadi peningkatan sekitar 8,5 % pada populasi orang dewasa dan diperkirakan terdapat 2,2 juta kematian dengan presentase akibat penyakit diabetes melitus. International Diabetes Federation (IDF) (2020), terdapat 463 juta orang pada usia 20 – 79 tahun di dunia yang mengalami DM.

Prevalensi DM di Indonesia terus mengalami peningkatan. Berdasarkan datai Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, diketahui bahwa jumlah pasien DM meningkat dari 6,9% di tahun 2013 dan menjadi 10,9% pada tahun 2018 (Kemenkes RI, 2020). Prevalensi kasus diabetes melitus menurut profil kesehatan Jawa Tengah pada tahun 2020 sebesar 582. 559 kasus (13,67%), pada tahun 2021 sebesar 467. 365 (11.0%), dan pada tahun 2022 sebesar 163. 751 (15.6%) (Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, 2022). Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten mencatat berdasarkan penyakit tidak menular (PTM) yang dilakukan mulai tahun 2022 hingga bulan November. Informasi yang diterima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Klaten 241.569 orang terdiagnosa DM (Dinkes Klaten, 2022). Informasi yang diterima dari RSU Islam Klaten dengan sasaran penderita Diabetes Melitus pada tahun 2022 mencapai 1533 orang.

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kronis yang terjadi ketika pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup atau ketika tubuh tidak dapat menggunakan insulin yang dihasilkan secara efektif. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula darah. Hiperglikemia, atau peningkatan kadar gula darah, merupakan efek umum dari diabetes yang tidak terkontrol, yang menyebabkan kerusakan serius pada banyak sistem tubuh, terutama saraf dan pembuluh darah. (Murtiningsih et al., 2021).

Ketidakpatuhan terhadap diet dapat menyebabkan peningkatan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Penderita diabetes perlu menjaga pola makan terkontrol untuk menghindari lonjakan glukosa darah. Gagal mengikuti diet rendah gula dan karbohidrat meningkatkan risiko hiperglikemia dan komplikasi kesehatan seperti gangguan jantung, masalah ginjal, dan kerusakan saraf. Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat juga memperburuk resistensi insulin(Liawati et al., 2022).

Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran pasien dan keluarga pasien Diabetes Melitus dengan cara melakukan diet Diabetes Mlitus. Pendidikan masyarakat ini dilakukan di wilayah kerja RSU PKU MUHAMMADIYAH DELANGGU. Peserta yang mengikuti kegiatan berjumlah 15 penanggung jawab pasien yang dirawat inap.

Downloads

Published

2025-10-31