Perkembangan dan Perubahan Fungsi Kriya

Authors

  • Jati Raharjo Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogtakarta
  • Rohmad Eko Priyono Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogtakarta
  • Andono Akademi Komunitas Negeri Seni dan Budaya Yogtakarta

DOI:

https://doi.org/10.55642/taveij.v5i1.1093

Abstract

Kriya seni lahir atas dasar keinginan manusia untuk memenuhi kebutuhan barang barang guna pakai untuk upacara adat, keagaman dan kebutuhan sehari hari. Pruduk-pruduk kriya ini lahir dari budaya agung atau budaya kraton. Ciri ciri pruduk kriya ini dibuat dengan penuh kecermatan dan ketelitian, tidak sebatas melihat akan fungsinya semata akan tetapi juga melihat akan keindahanya. Kegiatan kriya ini dilakukan oleh abdi dalem dalam kraton, dan ketrampilan kriya ini diwariskan secara turun-temurun dari orang tua ke anaknya. Abdi dalem yang bergerak di bidang kriya disebut dengan Abdi Dalem Kriyo. Kehadiran abdi dalem kriyo ini di kraton bertugas membuat alat-alat kebutuhan akan kegiatan upacara adat, keagaman dan lain-lain yang kiranya memerlukan perabot-perabut guna pakai. Di masa kini pembelajaran akan kriya ini sudah dapat dilakukan secara umum tidak hanya terbatas di lingkungan kraton namun sudah dapat dipelajari di sekolah-sekolah bahkan hinga perguruan tinggi. Selaras dengan perkembangan jaman kriya tidak sebatas hanya memenuhi akan kebutuhan perapot namun juga sebagai sarana berexpresi dan berkesenian.

Downloads

Download data is not yet available.

References

SP. Gustami, 1991, Dampak Modernisasi Terhadap Seni Kriya di Indonesia, Dalam Perkembangan Kesenian Kita, Soedarso Sp. (Ed) BP. ISI Yogyakarta.

SP. Gustami, 2002. “Menetapkan Wacana Seni Kriya Indonesia Sebagai Akar Seni Rupa Indonesia”, Makalah Seminar Internasional Seni Rupa, Program Pascasarjana ISI Yogyakarta

, Seni Kerajinan Mebel Ukir Jepara: Kajian Estetika MelaluiPendekatan Multidisiplin, Penerbit Kanisius, Yogyakarta

“Seni Kriya Indonesia, Dilema Pembinaan dan Pengembangannya, SENI, Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Edisi I/03 Oktober, BP. ISI Yogyakarta.

,“Konsep-konsep dibalik Prodak Kriya Tradisional Indonesia, Analisis Desain Melalui Pendekatan Sosial Budaya”, Makalah Seminar Kriya ISI Yogyakart

SP. Gustami 1997, “Industri Seni Kerajinan Mebel Ukir Kayu Jepara, Kelangsungan dan Perubahannya”. Naskah Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Seni Ruopa ISI Yogyakarta.

,“Filosofi Seni Kriya Tradisional Indonesia”, SENI, Jurnal Pengetahuan dan Penciptaan Seni, Edisi II / 01 Januari, BP. ISI Yogyakarta

Soedarso, SP.1990 “ Pengertian Seni”. Sakudaya Sana : Yogyakarta

Sunarya, I. K. (2015). Perkembangan Seni Kriya Di Tengah Perubahan Masyarakat. Imaji, 4(2). https://doi.org/10.21831/imaji.v4i2.6711

Priyono R. E. (2017). “Human, Humanity, and Humanities” Dalam Penciptaan Karya Kriya Kulit. Corak, 6(2), 107–115. https://doi.org/10.24821/corak.v6i2.2398

Zam, R., Dharsono, D., & Raharjo, T. (2022). Transformasi Estetik Seni Kriya; Kelahiran Dan Kriya Masa Kini. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(2), 302. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.36026

Yulianto, Y. (2017). Kajian Bentuk Seni Lukis Loro Blonyo Karya Koeboe Sarawan.Brikolase,8(2). https://doi.org/10.33153/bri.v8i2.1825

Alexander, NM. (2018) komunitas sebagai infrastruktur perkembangan seni grafis di Yogyakarta. https://doi.org/10.33153/bri.v10i1.2175

Sunarya, I. K. (2015). Perkembangan Seni Kriya Di Tengah Perubahan Masyarakat. Imaji, 4(2). https://doi.org/10.21831/imaji.v4i2.6711

Kadafi, M. S., & Handayaningrum, W. (2020). Kajian perkembangan desain, warna dan nilai motif kembang kopi pada batik tulis di bangkalan madura, tahun 2005-2015. Ars: Jurnal Seni Rupa Dan Desain, 23(2), 84–91. https://doi.org/10.24821/ars.v23i2.4092

Gumilar, S. (2004). Memahami metode kualitatif. Elektrosvyaz, 9(5), 26. https://doi.org/10.7454/mssh.v9i2.122

Seramasara, I. G. N. (2017). Perubahan Kreativitas Seni Sebuah Proses Simbolis Dalam Kategori Sejarah. Mudra Jurnal Seni Budaya, 32(2). https://doi.org/10.31091/mudra.v32i2.108

Muslimaniati, M., & Erfahmi, E. (2021). Ideologi, Aktivitas, Dan Peran Komunitas Seni Belanak Dalam Perkembangan Seni Rupa Sumatra Barat. Serupa The Journal of Art Education, 10(2), 91. https://doi.org/10.24036/sr.v9i3.112299

Zulkifli, Z. (2021). Seni Rupa di Era Disrupsi: Dampak Teknologi dalam Medan Sosial Seni Rupa. Gondang: Jurnal Seni Dan Budaya, 5(1), 134. https://doi.org/10.24114/gondang.v5i1.24964

I Ketut. (1983). Seni Lukis Bali. 46–47. http://repo.isidps.ac.id/503/1/17-60-1-PB.pdf

Downloads

Published

2025-02-10