Pemerolehan Bahasa Kedua Pada Anak Usia Dini Di Kelompok Bermain Toppobulu Desa Bonto Tappalang Kecamatan Tompobulu Kabupaten Bantaeng
DOI:
https://doi.org/10.55642/taveij.v4i2.784Keywords:
Pemerolehan Bahasa Kedua, Anak Usia Dini, Pembelajaran Bahasa, Pendidikan BilingualAbstract
Penelitian ini mengkaji proses pemerolehan bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua pada anak usia dini di Kelompok Bermain Toppobulu, Desa Bonto Tappalang, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Bantaeng. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana anak-anak yang tumbuh dengan bahasa Makassar sebagai bahasa ibu mulai mempelajari dan menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks pendidikan formal. Metodologi penelitian melibatkan observasi langsung, wawancara, dan analisis perkembangan bahasa anak selama enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak mengalami tahapan pemerolehan bahasa kedua yang bervariasi, dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, eksposur bahasa, dan metode pengajaran. Strategi pembelajaran yang efektif melibatkan pendekatan bermain sambil belajar dan penggunaan media visual. Tantangan utama meliputi interferensi bahasa ibu dan kurangnya dukungan lingkungan berbahasa Indonesia di luar sekolah. Implikasi penelitian ini signifikan bagi pengembangan strategi pembelajaran bahasa kedua yang efektif untuk anak usia dini di daerah multilingual.
Downloads
References
Chaer, Abdul. 2007. Linguistik Umum. Jakarta: Rineka Cipta.
Cummins, J. (2000). Language, power, and pedagogy: Bilingual children in the crossfire. Multilingual Matters.
Dawud. 2008. Prespektif Pembelajaran Bahasa Indonesia. Malang: UM Press.
Ellis, R. (1994). The study of second language acquisition. Oxford University Press.
Indah, Rahmani Nur. 2012. Gangguan Berbahasa: Kajian Pengantar. Malang: UINMaliki Press.
Krashen, S. D. (1982). Principles and practice in second language acquisition. Pergamon Press.
Lenneberg, E. H. (1967). Biological foundations of language. Wiley.