Komunikasi Antar Dokter, Perawat, Pasien Dan Kelluarga Dalam Meningkatkan Patient Centered Care ( PCC) di Klinik KMC
DOI:
https://doi.org/10.55642/phasij.v6i01.1347Keywords:
Komunikasi Kesehatan, Dokter. Perawat, Pasien, Dan Keluarga, Patient Centered CareAbstract
Pelayanan kesehatan berbasis Patient Centered Care (PCC) merupakan pendekatan pelayanan yang menempatkan pasien sebagai pusat pelayanan kesehatan. Implementasi PCC membutuhkan komunikasi efektif antara dokter, perawat, pasien, dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antar tenaga kesehatan dalam meningkatkan PCC di Klinik KMC. Permasalahan utama yang ditemukan adalah menurunnya kunjungan pasien akibat persepsi tarif pelayanan yang mahal serta pandangan masyarakat bahwa pasien datang ke Klinik KMC setelah menjalani pengobatan di fasilitas kesehatan lain namun belum sembuh. Penelitian menggunakan metode kuantitatif deskriptif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 30 responden menggunakan teknik accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif dan korelasi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi efektif dokter dan perawat berpengaruh terhadap kepuasan pasien serta implementasi PCC. Keterlibatan keluarga, komunikasi empatik, transparansi informasi, dan edukasi pasien menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan pasien terhadap pelayanan klinik. Penelitian ini memberikan kontribusi teoritis terhadap pengembangan komunikasi kesehatan, kontribusi praktis dalam peningkatan mutu pelayanan Klinik KMC, serta kontribusi kebijakan berupa rekomendasi penyusunan standar komunikasi pelayanan berbasis PCC.
References
Ramadhani, G. A., Arlianti, N., & Abdullah, A. (2025). Pengaruh komunikasi terapeutik terhadap kepuasan pasien. Journal of Public Health Innovation,
Putra, I. P. K. (2025). Patient-centered communication dan komunikasi terapeutik fisioterapis di RS Mitra Keluarga Kenjeran. Linimasa: Jurnal Ilmu Komunikasi,
Gunawan, H., Girsang, E., & Nasution, S. L. R. (2025). Hubungan komunikasi terapeutik perawat terhadap kepuasan pasien rawat inap RS Hermina Medan Tahun 2025. Health Information: Jurnal Penelitian,
Akhmad, A. N., Bahfiarti, T., & Fatimah, J. M. (2024). Komunikasi terapeutik dalam mengurangi tingkat kecemasan: Literature review. Innovative: Journal of Social Science Research,
Nurhalizah, S. (2024). The relationship of the implementation of therapeutic communication and outpatient patient satisfaction at the Muaragembong Health Center 2023. Jurnal Wiyata: Penelitian Sains dan Kesehatan,
Hubungan komunikasi terapeutik perawat dengan kepuasan pasien. (2024). Jurnal Teras Kesehatan,
Nabila, I., Mardiana, N., & Fitri, N. (2024). Faktor-faktor yang berhubungan dengan pelaksanaan komunikasi terapeutik perawat di ruang rawat inap. Jurnal Keperawatan Sisthana,
Danaher, T. S., Berry, L. L., Howard, C., Moore, S. G., & Attai, D. J. (2023). Improving how clinicians communicate with patients: An integrative review and framework. Journal of Service Research,
Susilo, A. P., Benson, J., Indah, R., & Claramita, M. (2023). Patient-centered communication skills for health professions education and healthcare. Frontiers in Public Health,
Grover, S., Fitzpatrick, A., Azim, F. T., et al. (2022). Defining and implementing patient-centered care: An umbrella review. Patient Education and Counseling, Nyeri Dalam Proses Persalinan (Non Farmaka). Unimus Press; 2020
Rejeki, S. Buku ajar Manajemen Nyeri Dalam Proses Persalinan (Non Farmaka). Unimus Press; 202
Rohani, Saswita R, & Marisah. 2017. Asuhan Kebidanan pada Masa Persalinan.
Roslianti, M. D. Gambaran Faktor Maternal Pada Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Di RSUD Sekarwangi Tahun 2017. Poltekkes Kemenkes Bandung. 2017.
Rosyati, Heri. 2017. Asuhan Kebidanan Persalinan. Jakarta: Fakultas Kedokteran
Rukminingsih, Adnan, G., & Latief, M. A. Metode Penelitian Pendidikan. Penelitian Kuantitatif, Penelitian Kualitatif, Penelitian Tindakan Kelas. In Journal of Chemical Information and Modeling. 2020; (Vol. 53, Issue 9).
Sahir, S. H. Metode Penelitian. Penerbit KBM Indonesia; 2021.
Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta, CV; 2018.
Suhirman, & Yusuf. Penelitian Kuantitatif: Sebuah Panduan Praktis. CV Sanabili; 2019.
Triatmi Andri Yanuarini IT. Perbedaan Intensitas Nyeri Sebelum Dan Sesudah Pemberian Metode Anb (Terapi Persalinan Relaks, Nyaman Dan Aman) Pada Inpartu Kala I Fase Aktif Persalinan Di Bps Siti Muzayanah Kelurahan Campurejo Kecamatan Mojoroto Kota Kediri. J Kebidanan. Published online 2018.
Vebyola, Y. Efektifitas Pijat Effleurage Terhadap PenurunanNyeri Kala 1 Pada Ibu Bersalin. Skripsi Politeknik Kesehatan Kementerian Bengkulu. 2019; 1– 88.
Wahyuningsih, J. W., Hakiki, T. L., & Rahayu, W. S. M. Perbedaan Efektivitas antara Masase dan Kompres Hangat dalam Menurunkan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif. Jurnal Kebidanan : Jurnal Medical Science Ilmu Kesehatan Akademi Kebidanan Budi Mulia Palembang. 2022; 12(1), 1–13.
Widiawati, I., & Legiati, T. Mengenal Nyeri Persalinan Pada Primipara Dan Multipara. Jurnal Bimtas. 2019; 2(1), 42–48.
Yolanda. Pengaruh Pijat Effleurage Terhadap Tingkat Nyeri Ibu Bersalin Kala I Fase Aktif Di RSUD Rabain Muara Enim Tahun 2020. Kemenkes RI Polteknik Kesehatan Palembang. 2020; 1–91.
Yunarsih, & Rahayu, D. Perbedaan Tingkat Nyeri Kala I Fase Aktif Persalinan Normal Dengan Pemberian Pijat. Jurnal Universitas Kadiri Kediri. 2018; 1(2), 87–106.













