Optimasi Rute Pelayaran Kapal Untuk Mengurangi Biaya Operasional

Authors

  • Ramdhani Yusli Arbain Sugoro Universitas Ibnu Sina

DOI:

https://doi.org/10.55642/eatij.v7i03.1256

Keywords:

optimasi rute pelayaran; Ant Colony Optimization; biaya operasional kapal; jaringan pelabuhan; efisiensi maritim; weather routing

Abstract

Biaya operasional pelayaran, khususnya biaya bahan bakar dan biaya pelabuhan, merupakan beban terbesar yang dihadapi perusahaan pelayaran dan berkontribusi 50–70% dari total biaya voyage. Optimasi rute pelayaran merupakan strategi efektif untuk menekan biaya tersebut namun implementasinya di Indonesia masih didominasi pendekatan konvensional berbasis pengalaman nakhoda. Penelitian ini mengembangkan model optimasi rute pelayaran berbasis Ant Colony Optimization (ACO) yang mengintegrasikan minimisasi biaya bahan bakar, biaya pelabuhan, biaya keterlambatan, dan pengaruh kondisi cuaca secara simultan. Model diimplementasikan pada jaringan delapan pelabuhan domestik utama Indonesia dengan empat kapal kontainer feeder sebagai studi kasus. Fungsi objektif model mempertimbangkan enam komponen biaya operasional dengan pembobotan multi-kriteria antara minimisasi biaya total (bobot 65%) dan minimisasi waktu tempuh (bobot 35%). Algoritma ACO dijalankan dengan 100 agen semut, 500 iterasi maksimum, dan divalidasi menggunakan simulasi Monte Carlo 1.000 skenario. Hasil optimasi menunjukkan penghematan biaya rata-rata 25,2% per voyage (setara Rp 29,5 juta/voyage/kapal) dibandingkan rute existing, dengan penghematan terbesar pada komponen biaya keterlambatan (34,5%) dan biaya bahan bakar (23,8%). Secara agregat, implementasi pada armada empat kapal menghasilkan penghematan Rp 2.832 juta per tahun dengan payback period hanya 2,1 bulan dan ROI tahun pertama 495,2%. Analisis sensitivitas mengkonfirmasi bahwa harga bahan bakar dan tingkat muatan kapal merupakan faktor paling berpengaruh terhadap besaran penghematan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Biaya operasional pelayaran, khususnya biaya bahan bakar dan biaya pelabuhan, merupakan beban terbesar yang dihadapi perusahaan pelayaran dan berkontribusi 50–70% dari total biaya voyage. Optimasi rute pelayaran merupakan strategi efektif untuk menekan biaya tersebut namun implementasinya di Indonesia masih didominasi pendekatan konvensional berbasis pengalaman nakhoda. Penelitian ini mengembangkan model optimasi rute pelayaran berbasis Ant Colony Optimization (ACO) yang mengintegrasikan minimisasi biaya bahan bakar, biaya pelabuhan, biaya keterlambatan, dan pengaruh kondisi cuaca secara simultan. Model diimplementasikan pada jaringan delapan pelabuhan domestik utama Indonesia dengan empat kapal kontainer feeder sebagai studi kasus. Fungsi objektif model mempertimbangkan enam komponen biaya operasional dengan pembobotan multi-kriteria antara minimisasi biaya total (bobot 65%) dan minimisasi waktu tempuh (bobot 35%). Algoritma ACO dijalankan dengan 100 agen semut, 500 iterasi maksimum, dan divalidasi menggunakan simulasi Monte Carlo 1.000 skenario. Hasil optimasi menunjukkan penghematan biaya rata-rata 25,2% per voyage (setara Rp 29,5 juta/voyage/kapal) dibandingkan rute existing, dengan penghematan terbesar pada komponen biaya keterlambatan (34,5%) dan biaya bahan bakar (23,8%). Secara agregat, implementasi pada armada empat kapal menghasilkan penghematan Rp 2.832 juta per tahun dengan payback period hanya 2,1 bulan dan ROI tahun pertama 495,2%. Analisis sensitivitas mengkonfirmasi bahwa harga bahan bakar dan tingkat muatan kapal merupakan faktor paling berpengaruh terhadap besaran penghematan.

Downloads

Published

2025-11-27